Revitalisasi Terminal Di Desa Widorokandang Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Pemda Pati
DOI:
https://doi.org/10.36694/jimat.v3i1.30Abstract
Dalam pelaksanaan otonomi daerah Pemerintah Kabupaten/Kota pada umumnya mempunyai 3
fungsi yaitu alokasi, distribusi dan stabilisasi. Pelaksanaan fungsi Pemda di bidang alokasi antara
lain adalah memberikan pelayanan dan fasilitas publik, yang diwujudkan dalam pembangunan
terminal di Desa Widorokondang Kabupaten Pati. Dengan dibangunnya terminal ini akan
mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati dan mendukung perkembangan kota
sekitarnya, mengingat Kabupaten Pati letaknya cukup strategis yaitu berbatasan dengan
Kabupaten Kudus, Jepara, Grobogan,Blora dan Rembang. Lokasi penelitian ini adalah Desa
Widorokondang Kabupaten Pati. Adapun alat analisis yang digunakan Analisis net present value
(NPV), Analisis payback period, Analisis Return on Investment (ROI), Analisis hasil
pengembalian (internal rate of return)/IRR serta analisis kerjasama Pemerintah-Swasta.
Kesimpulan yang diperoleh adalah Potensi kepadatan lalu lintas tinggi di kawasan ini akan
memberikan peluang pemasukan (Cash In Flow) sebesar Rp 149.743.501. Biaya investasi
pembangunan di kawasan ini sebesar Rp
29.515.745.000. Dengan batas masa investasi 25
tahun, maka didapatkan :DF 10%, Payback periode adalah 23 tahun, DF 12%, tidak layak (di
atas 25 tahun), DF 14%, tidak layak (di atas 25 tahun)


